Mudahnya Legalisasi di Kementerian Hukum dan HAM

 

Hari ini, Selasa, 18 April 2017 saya guna kedua kali datang ke kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, guna proses legalisasi dokumen saya yang rencananya bakal dikirim ke luar negeri.
Nah, lokasi untuk legalisasi ini letaknya di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM. Gedung ini yang sangat kelihatan banget bila kita inginkan turun tangga dari halte busway Gor Sumantri. Makanya bila kalian ke sini naik busway, turunnya ya di halte Gor Sumantri. Gedung AHU ini letaknya sangat pinggir ya.
Setelah hingga di gedung, kalian dapat naik lift ke lantai 3, tepatnya di ruangan permohonan administrasi. Nah, bila keperluan aku kan guna legalisasi surat permohonan pernikahan di luar negeri dan visa tinggal sedangkan atau visa D. Jadi dokumen yang aku bawa guna legalisasi antara lain:

1. Surat penjelasan belum menikah yang ditandatangani oleh lurah, camat, dan Kepala Kantor Urusan Agama dan fotokopinya 1 lembar.

2. Surat Kutipan Akta Kelahiran yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Catatan Sipil dan fotokopinya 1 lembar

3. SKCK permohonan visa dari Polda (aku dari Polda Jawa Tengah, karena mukim KTP di Wonogiri) beserta 1 eksemplar fotokopi.

4. Spesimen tanda tangan dari setiap ketiga dokumen itu, (nanti aku jelasin di belakang, apa tersebut spesimen)

5. Fotokopi KTP 1 lembar

6. Materai 6000an 3 eksemplar (jumlah materai menyesuaikan jumlah dokumen yang bakal dilegalisir di Kementerian Hukum dan HAM.

Jadi, secara total, dokumen yang aku kumpulkan tersebut ada 10 eksemplar ya. Setelah itu, seluruh berkas dimasukkan ke dalam map, warna bebas. Aku kebetulan bawa map warna merah, karena tersebut juga beli di koperasinya Legalisir kemenkumham. Pas masuk, bilang ke petugas untuk mengemukakan proses legalisasi, nanti petugas yang bakal mengambilkan nomor di mesin antrian dengan klik tombol PERMOHONAN LEGALISASI DAN ADVOKASI.
Silakan tunggu hingga nomor antrean dipanggil, bila tadi saya masuk ke loket C024. Di sana, nanti petugas akan mengecek kelengkapan dokumen, dan mengecek apakah Ditjen AHU mempunyai database tandatangan pejabat yang menandatangani ijazah kita, andai semua tidak terdapat masalah, anda harus mengisi eksemplar isian meliputi nama, alamat cocok KTP, nomor handphone dan dokumen yang dimintakan legalisir.
Setelah pengisian eksemplar isian selesai, nanti mereka akan menyerahkan bukti anda telah mengoleksi berkas, bentuknya laksana ini:

Setelah itu, bukti itu harus diangkut dulu ke depan komputer pengisian data untuk penciptaan voucher pembayaran di bank. Ga butuh pakai laptop sendiri, sebab di sana telah ada komputer tersedia. Tapi bila mau pake laptop atau smartphone sendiri, kamu dapat masuk ke alamat http://ahu.go.id/billing/voucher/tambah dan isi eksemplar isian di bawah ini:

Setelah itu, tekan tombol simpan, dan akan terbit bukti pemesanan nomor voucher, yang masuk ke dalam email, laksana ini contohnya:

contoh screenshot sudah memesan voucher melewati email

Nah, tadi kan saya mengemukakan legalisir guna 3 dokumen. Jadi saya mesti 3 kali menciptakan voucher tersebut. Dan ketiga voucher itu akan masuk ke dalam email anda. Saya lantas mencatat ketiga NOMOR VOUCHER tersebut.
Setelah itu, baru saya mengantri di Bank BNI, yang letaknya terdapat di barisan paling kiri loket antrean, di sana tellernya telah siap menolong untuk input ketiga voucher itu untuk pembayaran PNBP. Oh ya, masing-masing satu dokumen yang dilegalisir, dikenakan PNBP sebesar Rp 25 ribu ya, jadi bila 3 dokumen ya Rp 75 ribu, ditunaikan tunai.

Setelah itu, anda akan menemukan dua duplikat bukti pembayaran dari bank, satu, pegang oleh kita, satu lagi kembalikan ke petugas lokasi kita memberikan semua berkas, guna penyerahan ini, tidak butuh antri kembali. Ini misal bukti pembayaran dari bank BNI.

(maaf ngeblur) Ini misal kwitansi print out dari BNI

Setelah oleh petugas loket mengaku berkas saya lengkap, (sudah dibayar, kelengkapan n materai, semuanya komplit), ia mengaku proses selesai. Dan saya diminta datang pulang Selasa depan.
Sekedar informasi, menurut sharingbeberapa blogger ada pun yang 4 hari telah jadi. Karena saya dijanjikan guna ambil Selasa pekan depan, 25 April 2017, ya saya ngikut saja. selamat mengupayakan yaa…..

Itu tadi sharing soal penciptaan SKCK. Semuanya mudah, bila data menyeluruh ya. Kalau enggak menyeluruh ya mesti berlapang dada guna siap2 melengkapi. Termasuk saya, yang sudah kali kedua datang ke Kemenkumham, sebab tidak adanya spesimen tanda tangan. Jadi pas mula datang, berkas saya ditolak, dan mesti dilengkapi dengan spesimen tanda tangan. Nah, inilah sharing saya tentang spesimen tanda tangan.

Spesimen Tanda Tangan
Sebelum pejabat berwenang dari Kementerian Hukum dan HAM menyerahkan pengesahan terhadap dokumen kita, beliau bakal memeriksa kemurnian tanda tangan dalam dokumen kita. Karena tersebut saat anda meminta legalisir, Direktorat AHU akan memeriksa apakah tanda tangan semua pejabat yang terdapat di dokumen kita telah tersimpan di Kemenkumham.
Dalam permasalahan saya kemarin, Ditjen AHU belum mempunyai spesimen atau misal tanda tangan dari Kepala KUA dan Kepala Catatan Sipil lokasi saya tinggal. Jadi ya terpaksa, saya diberi misal spesimen kosong dari Ditjen AHU guna dikirim ke orang lokasi tinggal (ayah saya) supaya dimintakan tanda tangan ke pejabat KUA dan Capil tersebut (yang tingkatannya sangat tinggi di dokumen kita). Dan ini yang buat urusan legalisir tidak jarang lama. Nah, berikut misal spesimen tanda tangan yang saya bisa dari KUA.

contoh spesimen tanda tangan dari Kepala KUA

Agar tidak terulang permasalahan yang sama, sewaktu saya menciptakan dokumen SKCK, saya langsung mohon ke petugas pembuat SKCK di Polda Jateng guna sekalian memintakan spesimen tanda tangan ke Direktur Intelkamnya. So, daripada bolak-balik, i do really recommend you to make specimen, biar proses legalisirnya fasih jaya.

Customer Service Fauzi HP/whatsapp XL: +6287727688883

Customer Service Slamet HP/whatsapp XL :+6287776370033

Customer Service Akhmad HP/whatsapp Simpati : +6281290434111

Customer Service Mame HP/whatsapp Simpati : +6282114441424

Proses Dokumen Ida HP/Whatsapp Simpati : +6281282474443

Hukum/Pengadilan Takim HP/Whatsapp XL: +6287784767914

Pickup Document Yatno HP/Whatsapp XL : +6287727356800

Complain HP/Whatsapp Simpati : +6281386251161

Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852

Atau dapat menghubungi kami via :

Email: jangkargroups@gmail.com
Telegram : t.me/jangkargroups
Twitter:@fauzimanpower
FB: pt jangkar global groups
Instagram : jangkargroups
Google Playstore : jangkarapps
Google Plus : Akhmad Fauzi Manpower
Youtube : jangkar tv
Linkedin : Akhmad Fauzi Manpower

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *