Polres Maluku Tengah Ungkap Sejumlah Kasus Kriminal

Menurut pantauan dari berita maluku tengah, tiga bulan terakhir ini pihak Polres Maluku Tengah lewat Satuan Reserse Kriminal sukses mengungkap tiga permasalahan tindak pidana masing-masing, permasalahan pencurian, penyamun dan pencabulan yang terjadi pada distrik kerja Polres Maluku Tengah.

Kapolres Maluku Tengah Arthur L. Simamora yang didampingi Wakapolres Dedi Putra serta Kasat Reskrim Syahirul Awap, ketika memberikan penjelasan Pers di Mapolres Maluku Tengah mengemukakan ketiga permasalahan tersebut masing-masing.

Pertama ialah kasus pencopetan atas nama Yamin H adalahsalah satu residivis, yang telah sejumlah kali berurusan dengan pihak kepolisian.

 

Dalam kasus penyamun disertai pencopetan secara paksa atas nama Semi dan Faldo, dua-duanya adalahpelaku curas (begal) yang sering melancarkan aksinya di sejumlah tempat, bahkan kedua pelaku tidak segan-segan mengerjakan kekerasan terhadap korban yang menjaga barang kepunyaan korban yaitu handphone.

Dari tangan mereka, pihak kepolisian menyita barang bukti berupa enam buah handphone android sekian banyak  merk, serta satu unit motor Jupiter MX yang dipakai keduanya guna menjalankan aksi.

Dari pelaku Yamin H, pihak kepolisian sukses menyita sejumlah barang bukti hasil pencopetan yakni satu buah laptop warna biru dan dua buah handphone.

Terkahir pelaku pencabulan atas nama Opa Maku, yang mengerjakan aksi bejatnya terhadap anak di bawah umur. Opa Maku sendiri dalam pengecekan diketahui adalahtetangga korban yang baru duduk di bangku ruang belajar 1 sekolah dasar.

Pelaku sempat hendak melarikan diri ke Papua, tetapi pihak SatReskrim Maluku Tengah sukses menangkap pelaku di kediamannya.

Para terduga pelaku pencopetan dan penyamun dijerat dengan Pasal 363 KUHP mengenai Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.

 

Untuk pelaku pembegalan, kata Kapolres, pelaku dijerat dengan Pasal 365 ditakut-takuti dengan pidana penjara sangat lama lima belas tahun.

Sementara guna tindak pidana tindakan asusila terhadap anak dibawah usia sebagaimana dalam Pasal 81 atau 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 mengenai Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Saat ini semua pelaku sementara diselamatkan pada markas kepolisian Polres Maluku Tengah guna menjalani proses hukum

 

#berita maluku, #berita maluku hari ini, #harian berita kota maluku, #maluku news today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *